BerandaKarya & InovasiPortal Satu Data Kebijakan & Indikator Kinerja Daerah (SATU DATA DAERAH)
Semua Karya
SISTEM INFORMASIPeriode: 2023 - 2024Kunjungi Sistem / Demo

Portal Satu Data Kebijakan & Indikator Kinerja Daerah (SATU DATA DAERAH)

Portal Satu Data Kebijakan & Indikator Kinerja Daerah (SATU DATA DAERAH)
Arsip Portofolio Jejak Pengabdian
Kategori: SISTEM INFORMASI
Section 01 • Problem Statement

Permasalahan yang Dihadapi

Terjadinya tumpang tindih data sektoral (data kemiskinan, stunting, dan penerima bantuan sosial) antar dinas yang menghasilkan angka berbeda untuk objek kebijakan yang sama.

Section 02 • Context & Urgency

Latar Belakang & Konteks

Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia mengamanatkan interoperabilitas data pemerintah demi perencanaan pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy).

Section 03 • Proposed Solution

Gagasan & Solusi Terobosan

Membangun arsitektur data warehouse terbuka dengan standardisasi metadata, service API terpusat, dan integrasi validasi NIK Dukcapil untuk membersihkan duplikasi anomali.

Section 04 • Strategic Goals

Tujuan & Sasaran Strategis

Mewujudkan satu rujukan data tunggal daerah yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dibagi-pakaikan antar instansi secara aman.

Section 05 • Development Methodology

Proses Pengembangan

Harmonisasi kamus data bersama Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pembina data, implementasi ETL pipeline harian, dan penyusunan standar keamanan data ISO 27001.

Section 06 • Execution & Field Rollout

Implementasi & Penerapan di Lapangan

Mengintegrasikan data spasial (GIS) dan statistik dari 28 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke dalam satu katalog data publik dan internal analitik.

Section 07 • Tangible Outcomes

Dampak & Capaian Nyata

Mengeliminasi lebih dari 18.000 data ganda penerima bantuan sosial daerah, menghemat potensi salah sasaran alokasi anggaran hingga miliaran rupiah.

Section 08 • Transformation Comparison

Komparasi Sebelum & Sesudah Inovasi

Perbandingan kondisi riil sebelum penerapan sistem dan transformasi nyata yang dihasilkan.

Sebelum Inovasi

  • Setiap dinas memelihara database lokal sendiri dengan definisi variabel yang berbeda.
  • Proses sinkronisasi data antar OPD membutuhkan rapat koordinasi berkali-kali.
  • Data statistik daerah yang dapat diakses publik tertinggal 1 hingga 2 tahun.

Sesudah Inovasi

  • Kamus data tunggal dengan validasi metadata baku standar BPS.
  • Pertukaran data otomatis melalui RESTful API berkeamanan tinggi antar server dinas.
  • Portal publik menyajikan open data mutakhir yang dapat diunduh dalam format CSV/JSON/API.
Section 09 • Reflection & Key Learnings

Hikmah & Pelajaran yang Dipetik

“Silo ego sektoral adalah musuh terbesar integrasi data; kepemimpinan yang tegas dan regulasi tata kelola yang mengikat lebih krusial daripada sekadar infrastruktur server.”