Kembali ke Semua Catatan
Tata KelolaEstimasi baca: ±3 menit10 April 2025

Reformasi Birokrasi Bukan Sekadar Dokumen SAKIP: Dari Formalitas Menuju Dampak

Mengubah paradigma penilaian kinerja pemerintahan dari sekadar pemenuhan indikator administratif menjadi perbaikan nyata kualitas hidup masyarakat.

IA

Indra Arica Rahman, S.E., M.M.

Kepala Seksi PMD Kecamatan Pangatikan • Pengabdi Publik

Jebakan Lembar Penilaian Kinerja

Setiap akhir tahun anggaran, energi instansi pemerintah kerap terkuras habis untuk menyusun lembar kerja evaluasi, mengunggah ratusan bukti dukung, dan menyelaraskan pohon kinerja demi meraih predikat nilai SAKIP yang memuaskan. Tentu hal tersebut penting sebagai standar akuntabilitas publik.

Namun pertanyaan mendasar yang harus senantiasa kita tanyakan kepada diri sendiri adalah: Apakah kenaikan predikat dari B ke A secara linier menurunkan angka kemiskinan di daerah kita? Apakah antrean layanan di loket kependudukan menjadi lebih singkat?

SAKIP yang Hidup dan Berjiwa

Akuntabilitas kinerja yang sejati bukanlah tentang seberapa tebal laporan yang dijilid, melainkan seberapa presisi setiap rupiah anggaran daerah dibelanjakan untuk menyelesaikan akar persoalan masyarakat.

Ketika indikator kinerja utama (IKU) dirancang berorientasi pada outcome sosial daripada sekadar output seremonial, di situlah esensi reformasi birokrasi yang sesungguhnya mulai berdenyut.

IA
Penulis Catatan

Indra Arica Rahman, S.E., M.M.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa • Kab. Garut

Lihat Profil Lengkap

Tulisan ini merupakan bagian dari ikhtiar merekam jejak pengalaman, pembelajaran kepemimpinan, dan dialektika inovasi birokrasi selama mengabdi di ranah pelayanan publik. Seluruh pandangan mencerminkan refleksi pribadi dalam kapasitas sebagai aparatur sipil negara.